Hakikat
Bahasa
INNE PELANGI
A. Pengertian Bahasa
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan
sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati dan
pikiran. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteranksi atau alat
untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan,
konsep atau perasaan.
Hakekat
bahasa sama pengertiannya dengan ciri atau sifat hakiki terhadap bahasa. Chaer (1994:33) mengemukakan hakekat bahasa
itu di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Bahasa
sebagai sistem
Kata sistem dalam keilmuan dapat
dipahami sebagai susunan yang teratur, berpola, membentuk suatu keseluruhan
yang bermakna atau berfungsi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa bahasa
memiliki sifat yang teratur, berpola, memiliki makna dan fungsi. Sistematis
diartikan pula bahwa bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun
acak. Karenanya, sebagai sebuah sitem, bahasa juga sistemik. Sistematik atau
sistematis maksudnya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi juga
terdiri atas sub-subsistem atau sistem bawahan. Di sini dapat disebutkan
subsistem-subsistem itu antara lain; subsistem fonologi, subsistem
morfologi, subsistem sintaksis, subsistem semantik. Maka, sebagai sebuah
sistem, bahasa berfungsi untuk memilah kajian morfologi, fonologi, sintaksi, dan
semantik.
2. Bahasa
itu berwujud lambang
Ungkapan lambang tentu sudah sering kita
dengar, semisal ungkapan “merah lambang berani dan putih lambang suci”. Dalam
bidang ilmu, istilah lambang berada dalam kajian semiotika atau semiologi.
Bahasa sebagai lambang, di dalamnya ada tanda, sinyal, gejala, gerak isyarat,
kode, indeks, dan ikon. Lambang sendiri sering disamakan dengan simbol. Dengan
demikian, bahasa sebagai lambang artinya memiliki simbol untuk menyampaikan
pesan kepada lawan tutur. Ia berfungsi untuk menegaskan bahasa yang hendak
disampaikan.
3. Bahasa
itu adalah bunyi
Kata bunyi berbeda dengan kata
suara. Menurut Kridaklaksana (1983:27) bunyi adalah pesan dari pusat
saraf sebagai akibat dari gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan
dalam tekanan udara. Karena itu, banyak ahli menyatakan bahwa yang disebut
bahasa itu adalah yang sifatnya primer, dapat diucapkan dan menghasilkan bunyi.
Dengan demikian, bahasa tulis adalah bahasa skunder yang sifatnya berupa
rekaman dari bahasa lisan, yang apabila dibacakan/dilafalkan tetap melahirkan
bunyi juga. Sebagai bunyi, bahasa berfungsi untuk menyampaikan pesan lambang
dari kebahasaan sebagaimana disebutkan di atas bahwa bahasa juga bersifat
lambang.
4. Bahasa
itu bermakna
Bahasa sebagai suatu hal yang bermakna
erat kaitannya dengan sistem lambang bunyi. Oleh sebab bahasa itu dilambangkan
dengan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide, atau suatu pikiran, yang
hendak disampaikan melalui wujud bunyi tersebut, maka bahasa itu dapat
dikatakan memiliki makna. Lambang bunyi bahasa yang bermakna itu, dalam bahasa
berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem, kata, frasa, klausa, kalimat,
dan wacana.
5. Bahasa
itu arbitrer
Arbitrer dapat diartikan ‘sewenang-wenang, berubah-ubah,
tidak tetap, mana suka’. Arbitrer diartikan pula dengan tidak adanya hubungan
wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi) dengan konsep atau pengertian
yang dimaksud oleh lambang tersebut. Hal ini berfungsi untuk memudahkan orang
dalam melakukan tindakan kebahasaan.
6. Bahasa
itu unik
Bahasa dikatakan memiliki sifat yang unik
karena setiap bahasa memiliki ciri khas sendiri yang dimungkinkan tidak
dimiliki oleh bahasa yang lain. Ciri khas ini menyangkut sistem bunyi, sistem
pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat dan sistem-sistem lainnya. Di
antara keunikan yang dimiliki bahasa bahwa tekanan kata bersifat morfemis, melainkan
sintaksis. Bahasa bersifat unik berfungsi untuk membedakan antara bahasa yang
satu dengan lainnya.
7. Bahasa
itu universal
Selain unik dengan ciri-ciri khas tersendiri,
setiap bahasa juga dimungkinkan memiliki ciri yang sama untuk beberapa
kategori. Hal ini bisa dilihat pada fungsi dan beberapa sifat bahasa. Karena
bahasa itu bersifta ujaran, ciri yang paling umum dimiliki oleh setiap bahasa
itu adalah memiliki vokal dan konsonan. Namun, beberapa vokal dan konsonan pada
setiap bahasa tidak selamanya menjadi persoalan keunikan. Bahasa Indonesia
misalnya, memiliki 6 buah vokal dan 22 konsonan, tetapi bahasa Arab memiliki 3
buah vokal pendek, 3 buah vokal panjang, serta 28 konsonan (Al-Khuli,
1982:321). Oleh sifatnya yang universal ini, bahasa memiliki fungsi yang sangat
umum dan menyeluruh dalam tindakan komunikasi.
8. Bahasa itu Konvensional
Penggunaan suatu lambang untuk suatu
konsep tertentu bersifat konvensional artinya semua anggota masyarakat bahasa
itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep
yang diwakilinya. Misalnya binatang berkaki empat yang biasa ditunggangi, yang
secara arbiter dilambangkan dengan bunyi (kuda), maka anggota masayarakat
bahasa Indonesia. Kalau konvensi itu tidak dipatuhinya, dan lambang itu
digantinya dengan lambang lain, maka komunkasi akan terhambat, karena tidak
dapat dipahami oleh penutur bahasa.
Kekonvensional bahasa terletak
pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan
konsep yang dilambangkannya.
8. Bahasa
itu manusiawi
Bahasa yang
manusiawi adalah bahasa yang lahir alami oleh manusia penutur bahasa dimaksud.
Hal ini karena pada binatang belum tentu ada bahasa meskipun binatang dapat
berkomunikasi. Sifat ini memiliki fungsi sebagai citra bahasa adalah sangat
baik dalam komunikasi.
9. Bahasa
itu bervariasi
Setiap masyarakat bahasa pasti
memiliki variasi atau ragam dalam bertutur. Bahasa Aceh misalnya, antara
penutur bahasa Aceh bagi masyarakat Aceh Barat dengan masyarakat Aceh di Aceh
Utara memiliki variasi. Variasi bahasa dapat terjadi secara idiolek, dialek,
kronolek, sosiolek, dan fungsiolek.
10. Bahasa
itu dinamis
Hampir di setiap tindakan manusia selalu
menggunakan bahasa. Bahkan, dalam bermimpi pun, manusia menggunakan bahasa.
Karena setiap tindakan manusia sering berubah-ubah seiring perubahan zaman yang
diikuti oleh perubahan pola pikir manusia, bahasa yang digunakan pun kerap
memiliki perubahan. Inilah yang dimaksud dengan dinamis. Dengan kata lain,
bahasa tidak statis, tetapi akan terus berubah mengikuti kebutuhan dan tuntutan
pemakai bahasa.
11. Bahasa
sebagai alat interakasi sosial
Bahasa sebagai alat interaksi sosial sangat
jelas fungsinya, yakni dalam interaksi, manusia memang tidak dapat terlepas
dari bahasa. Seperti dijelaskan di atas, hampir di setiap tindakan manusia
tidak terlepas dari bahasa, maka salah satu hakekat bahasa adalah alat
komunikasi dalam bergaul sehari-hari.
12. Bahasa
sebagai identitas diri
Bahasa juga dapat menjadi identitas diri
pengguna bahasa tersebut. Hal ini disebabkan bahasa juga menjadi cerminan dari
sikap seseorang dalam berinteraksi. Sebagai identitas diri, bahasa akan menjadi
penunjuk karakter pemakai bahasa tersebut.
Sementara itu, Brown dan Yule (1996:1)
berpendapat bahwa bahasa itu dapat berfungsi sebagai pengungkapan isi yang
dideskripsikan menjadi fungsi transaksisional dan sebagai pengungkapan
hubungan sosial dan sikap-sikap pribadi yang dideskripsikannya menjadi fungsi interaksional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar