Sabtu, 01 September 2018

TENTANG KARYA TULIS ILMIAH

INNE PELANGI



KARYA TULIS ILMIAH

            Karya tulis ilmiah pada program S-2 adalah tesis. Tesis adalah analisis yang mendalam terhadap fakta-fakta yang ditemukan. Karya tulis ilmiah pada program S-3 adalah disertasi. Disertasi harus ada nilai kebaharuan, dimana hal itu pernah dilakukan oleh orang lain/pengulangan. Dalam hal ini tesis maupun disertasi harus didukung oleh faktor penunjang yaitu bahasa yang benar, dimana bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebuah karya tulis ilmiah dengan karya tulis ilmiah yang lain yang membedakan adalah kualitas tulisannya, semua itu tidak terlepas dari kemampuan bahasa yang dimiliki oleh seorang peneliti.
A.      Peran Karya Tulis Ilmiah
Rendahnya minat seseorang dalam menulis sebuah karya ilmiah karena dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:
1.      Keterbatasan waktu
2.      Keterbatasan proyek atau anggaran-anggaran penelitian terbatas (dana)
3.      Kemampuan meneliti
Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan sebuah keterampilan yang harus di back up dengan keterampilan pula, oleh karena itu di dalam sebuah karya tulis ilmiah biasanya digunakan gaya selingkung yakni pedoman atau tata cara penulisan yang diterapkan hanya pada suatu lingkungan, dan gaya selingkung dapat ditoleransi bergantung dari pembimbing atau penguji. Akan tetapi, tetap berlandaskan pada kaidah bahasa Indonesia yang benar.
Salah satu jenis karya tulis ilmiah yang sederhana adalah makalah yang terdiri dari sampul, judul, penulis, identitas institusi (Jurusan, prodi, tahun), dan logo. Adapun komponen makalah terdiri dari halaman sampul, kata pengantar, daftar isi.


CONTOH KARYA TULIS ILMIAH SEDERHANA
 


























Keterangan:
            Pada karya tulis ilmiah judul merupakan rambu pertama dan utama yang memberikan gambaran permasalahan yang penting untuk peneliti lakukan. Prinsip judul, harus singkat, jelas, dan mengandung tanda tanya. Judul tesis berkaitan dengan metode, strategi, uji model, dan pendekatan tidak dengan kemapuan dan pengembangan. Kata ‘kemampuan’ digunakan untuk judul skripsi, sedangkan kata ‘pengembangan’ digunakan untuk judul disertasi.
BAB I
A.      Latar belakang
               Pada bab I pendahuluan terdapat latar belakang dimana latar belakang menggambarkan kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Kesenjangan itu dihubungkan antara harapan dan kenyataan, hal ini penting dilakukan karena ada kenjangan bahkan terdapat kontradiksi antara harapan dengan kenyataan, maka dari itu perlu diteliti. Adapun pola penyajian sebuah latar belakang yaitu deduksi = umum-khusus, dan induksi = khusus-umum.  Gagal merumuskan latar belakang berarti gagal memahami realitas yang ada. Intinya pada latar belakang terdapat masalah yang harus diteliti. Seorang peneliti bukan hanya tajam di hati, tetapi juga harus tajam di logika, bukan hanya tajam di mata, tetapi juga harus tajam di pendengaran. Pada latar belakang harapan dihubungkan dengan realitas, jika terdapat ketimpangan antara realitas dan harapan, maka di situlah peran peneliti.
Contoh:
1.      Pendidikan guru sudah S-2 tetapi potensi siswa-siswa masih rendah, berarti ada ketimpangan
 Dari contoh 1 di atas terdapat ketimpangan, di sinilah peran peneliti harus mampu melihat antara realitas dan harapan. Peneliti harus tajam melihat gejala-gejala sosial dan fakta-fakta yang terdapat di lapangan terutama yang memiliki fungsi sosial sebab segala sesuatu yang memiliki fungsi sosial tidak akan pernah lenyap dari bumi.
Dari pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa latar belakang adalah dialog antara realitas, harapan, dan teori.


B.   Rumusan masalah
Dalam latar belakang persoalan yang muncul tidak terbatas melainkan sangat luas. Maka dari itu pada bagian rumusan masalah dirumuskan apa-apa saja yang ingin diteliti. Rumusan masalah juga merupakan bagian yang penting dari suatu penelitian, karena pada latar belakang permasalahan luas dan tak terbatas sehingga perlu dibatasi hal apa saja yang sanggup diteliti oleh peneliti. Pembatasan masalah juga karena pertimbangan waktu, tenaga, dan materi. Maksud permasalahan dirumuskan di rumusan masalah ialah permasalahan itu di lokalisir, dibatasi, dipertajam, dipersempit sehingga penelitian dapat terarah.  Merumuskan masalah terbagi dalam dua bentuk, yakni dalam bentuk pertanyaan, dan dalam bentuk pernyataan.
C.   Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan jawaban, sasaran dari rumusan masalah oleh karena itu rumusan masalah dengan tujuan penelitian selalu beriring. Tujuan penelitian dirumuskan berdasarkan rumusan masalah. Jika rumusan masalah terdapat dua maka tujuan penelitian juga dua. Antara rumusan masalah dengan tujuan penelitian nyaris sama, yang berbeda adalah redaksi kata yang digunakan.
D.  Manfaat penelitian
Manfaat penelitian dirumuskan sendiri oleh calon peneliti. Penelitian itu berfungsi untuk dua hal:
1.      Memberi sumbangan bagi ilmu pengetahuan
2.      Memiliki manfaat untuk kepentingan sosial.
Manfaat penelitian juga terbagi menjadi menjadi tiga bagian yaitu:
1.         Manfaat akademis
Contoh: memperbaiki teori pembelajaran sastra

2.         Manfaat teoritis
Contoh: berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang sastra
3.         Manfaat praktis
Contoh: meningkatkan, memperbaiki kualitas pendidikan anak bangsa
BAB II
B.  KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka merupakan dialog antara realitas dengan teori. Oleh karena itu setiap karya ilmiah selalu disandarkan pada teori yang sudah ada, dan penelitian harus mengikuti sistematika yang sudah ada. Di dalam kajian pustaka tidak hanya digunakan satu teori, melainkan beberapa teori. Teori dapat dibagi ke dalam tiga tingkatan menurut anatomi ilmu. Teori paling atas yang dijadikan sebagai grand teori (teori utama) yang dijadikan sebagai payung pendukung teori yang lain adalah teori akbar kemudian teori yang kedua adalah teori menengah, dan teori yang ketiga atau terakhir adalah teori terapan.
  Contoh :
1.      Penelitian pembelajaran menulis karangan eksposisi (teori akbar)
2.      Teori pembelajaran menulis karya ilmiah (teori menengah)
3.      Teori menulis (teori terapan)
     Jadi, di dalam kajian pustaka tidak bisa hanya dengan satu teori saja karena tidak mendukung teori yang lain, seperti pada ketiga contoh di atas, ketiga teori yang ada saling mendukung satu sama lain, dan  paling penting dalam setiap menulis atau meneliti adalah payung penelitian.
Tujuan teori ada dalam kajian pustaka untuk digunakan, diterapkan guna memahami penyaringan data. Dalam proses menganalisis peneliti akan dibatasi oleh ruang berpikir karena teori yang ada. Biasanya penelitian hanya berdasarkan intuisi (pengalaman hidup), tidak berdasarkan teori yang ada. Dalam penulisan karya tulis ilmiah sekecil apapun data ditemukan harus berlandaskan dari teori, karena fungsi teori untuk menuntun seorang peneliti agar tidak salah arah, tidak salah kaprah, dan tidak salah berpikir. Bagaimanapun suatu teori sudah teruji kebenarannya.
      Teori boleh ditafsir, ditanggapi, tetapi tidak boleh disimpulkan karena ketika disimpulkan berarti telah selesai digunakan. Teori harus kelihatan perannya di dalam sebuah karya tulis ilmiah yang dibuat. Teori yang satu dengan teori yang lain harus bisa ditaik benang merahnya. Jadi satu teori dengan teori yang lain harus relevan kemudian diterapkan.
BAB III
C.       METODOLOGI PENELITIAN              
      Ada beberapa komponen prosedur di dalam suatu karya tulis ilmiah yang disebut penelitian, salah satunya adalah metodologi. Metodologi adalah hal-hal vitual yang berkaitan dengan prosedur kerja. Metodologi memuat desain penelitian, metode dan teknik penelitian, populasi dan sampel (penelitian kuantitatif), data dan sumber data (penelitian kualitatif), teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal rencana penelitian. Desain penelitian ada dua yaitu, kuantitatif, dan kualitatif.
      Metodologi penelitian tidak dibuat oleh peneliti, akan tetapi isi dan metodologi penelitian itu bersumber dari buku-buku. Tugas peneliti adalah memilih dan menentukan teknik dan metode yang akan dilakukan.
      Bagian terakhir dari sebuah karya tulis ilmiah adalah referensi atau daftar pustaka yang menjadi sumber atau acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI BAHAN AJAR INNE PELANGI BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang            Proses pembelajaran merupakan suatu rangka...