Sabtu, 01 September 2018



ANALISIS KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN GRAMATIKAL PADA TESIS “PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PESERTA DIDIK KELAS X-MIA-1 SMA NEGERI 1 LILIRIAJA
KABUPATEN SOPPENG”


INNE PELANGI



Kemungkinan-kemungkinan Makna Gramatikal

 Judul Tesis                               : Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui
                                                    Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1
                                                    SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng
Penulis Tesis                            : Jumriati
Perguruan Tinggi                     : Universitas Negeri Makassar
Bagian yang Dianalisis            : BAB IV


1.    Makna Butir-butir Gramatikal
a.        Kategori Partikel
NO
Kemungkinan Makna Butir Gramatikal
Kategori Partikel
Temuan
1.
Makna Gramatikal Partikel
-pun
-        Adapun gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai kegiatan tersebut dipaparkan berikut ini. (Jumriati, bab IV halaman 78 paragraf 2 kalimat 6 )
-        Secara berkelompok, peserta didik mencari informasi dari kegiatan membaca baik melalui buku teks maupun referensi yang lain.(Jumriati, bab IV halaman 92 kalimat 7)
-          Adapun hasil pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada tabel berikut. (Jumriati, bab IV halaman 106 paragraf 3 kalimat 1)


-tah
-        Tidak terdapat kalimat yang menggunakan partikel -tah.


-kah
-        Tidak terdapat kalimat yang menggunakan partikel -kah.


-lah
-        Tidak terdapat kalimat yang menggunakan partikel -lah.

Analisis:
            Dalam KBBI, partikel diartikan sebagai unsur yang sangat kecil dari suatu benda. Dalam ilmu bahasa, partikel disebut juga kata tugas, yang didefinisikan sebagai kata yang umumnya tidak dapat diturunkan. Partikel juga diartikan sebagai kata yang mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal. Dikatakan memiliki makna gramatikal karena penggunaan kata partikel dalam kalimat dapat memiliki makna yang berbeda, sesuai dengan konteks kalimat. Namun tidak memiliki makna yang bersifat tetap (makna leksikal). Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan tiga kalimat yang menggunakan partikel -pun dan tidak menemukan penggunaan kalimat yang menggunakan partikel -tah, -kah, dan -lah. Adapun kalimat berpartikel -pun yang terdapat di dalam tesis tersebut sebagai berikut:
(1)   Adapun gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai kegiatan tersebut dipaparkan berikut ini.
(2)   Secara berkelompok, peserta didik mencari informasi dari kegiatan membaca baik melalui buku teks maupun referensi yang lain.
(3)   Adapun hasil pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada tabel berikut.
           Partikel -pun pada kalimat tersebut berfungsi untuk menegaskan kata yang diiringinya. Pada kalimat (1) partikel -pun pada kata adapun berfungsi untuk menegaskan hal atau gambaran terstruktur mengenai suatu kegiatan. Pada kalimat (2) partikel -pun pada kata maupun berfungsi untuk menegaskan bahwa kegiatan membaca tidak hanya melalui buku teks tetapi bisa juga dari berbagai sumber atau referensi lain. Pada kalimat (3) partikel -pun pada kata adapun berfungsi untuk menegaskan dan menjelaskan bahwa terdapat hasil pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga.
b.        Kategori Jumlah, Aspek, Genus, dan Modus
NO.
Kemungkinan Makna Butir Gramatikal
Kategori
Temuan
1.
Makna Gramatikal
Jumlah
-            Terdapat 7 (28%) peserta didik berpredikat A. Sebanyak 15 (60%) peserta didik berpredikat B. (Jumriati, bab IV paragraf 1 kalimat 2)
-            (1) pada aspek merespon salam tanda mensyukuri anugerah Tuhan terdapat 7 (28%) peserta didik berada pada kategori aktif, 8 (32%) kurang aktif, dan 10 (40%) pada kategori tidak aktif. (Jumriati bab IV halaman 99 paragraf 1 kalimat 2)



Aspek

-            Ada beberapa hal yang harus diperbaiki guru agar pelaksanaan siklus II dapat berjalan optimal, seperti guru harus mengadakan apersepsi, guru melakukan refleksi pembelajaran, penguasaan model pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada peserta didik. (Jumriati, bab IV halaman 3 paragraf 3 kalimat 4)
-            Pada pertemuan ini, tujuan pembelajaran yang harus dikuasai peserta didik adalah dapat menjelaskan pengertian teks eksposisi, mengidentifikasi ciri-ciri teks eksposisi, menentukan dan menjelaskan struktur teks eksposisi. (Jumriati, bab IV halaman 91 paragraf 1 kalimat 4)
-            Guru mengadakan motivasi dan apersepsi dan menghubungkan materi pelajaran hari ini dengan materi yang telah dipelajari pekan lalu. (Jumriati, bab IV halaman 88 paragraf 1 kalimat 4)
-            Peserta didik secara berkelompok mengamati objek di kebun sekolah sesuai dengan topik yang telah ditentukan. (Jumriati, bab IV halaman 88 paragraf 2 kalimat 3)


Genus
-        Tidak terdapat kalimat yang menggunakan genus.


Modus
-        Tidak terdapat kalimat yang menggunakan modus.



Analisis:
            Makna atau fungsi gramatikal semantik yakni penggunaan jumlah, aspek, genus, dan modus. Kategori jumlah ditandai dengan penggunaan kata bilangan atau numeralia. Kata bilangan biasanya dipakai untuk menyatakan jumlah, menghitung banyaknya benda (orang, binatang, atau barang) dan konsep. Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan dua kalimat yang menggunakan kategori jumlah. Adapun kalimat yang berkategori jumlah sebagai berikut:
(1)   Terdapat 7 (28%) peserta didik berpredikat A. Sebanyak 15 (60%) peserta didik berpredikat B.
(2)   (1) pada aspek merespon salam tanda mensyukuri anugerah Tuhan terdapat 7 (28%) peserta didik berada pada kategori aktif, 8 (32%) kurang aktif, dan 10 (40%) pada kategori tidak aktif.
          Pada kalimat (1) kata yang menyatakan jumlah atau bilangan terdapat pada angka 7 (28%) dan 15 (60%) tersebut menjelaskan bahwa peserta didik yang mendapat predikat A berjumlah tujuh orang atau jika dipersentasekan menjadi 28% dan peserta didik yang mendapat predikat B berjumlah lima belas orang atau jika dipersentasekan menjadi 60%. Pada kalimat (2) kata yang menyatakan jumlah atau bilangan terdapat pada angka 7 (28%), 8 (32%), dan 10 (40%) hal tersebut menjelaskan bahwa peserta didik yang berada pada kategori aktif berjumlah tujuh orang atau jika dipersentasekan menjadi 28%, peserta didik yang berada pada kategori kurang aktif berjumlah 10 orang atau jika dipersentasekan menjadi 32%, dan peserta didik yang berkategori tidak aktif berjumlah sepuluh orang atau jika dipersentasekan menjadi 40%
           
Makna atau fungsi gramatikal semantik yakni penggunaan jumlah, aspek, genus, dan modus. Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan kategori aspek yang ditandai dengan penggunaan kata harus, dan telah. Adapun kalimat yang berkategori aspek sebagai berikut:
(1)   Ada beberapa hal yang harus diperbaiki guru agar pelaksanaan siklus II dapat berjalan optimal, seperti guru harus mengadakan apersepsi, guru melakukan refleksi pembelajaran, penguasaan model pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada peserta didik.
(2)   Pada pertemuan ini, tujuan pembelajaran yang harus dikuasai peserta didik adalah dapat menjelaskan pengertian teks eksposisi, mengidentifikasi ciri-ciri teks eksposisi, menentukan dan menjelaskan struktur teks eksposisi.
(3)   Guru mengadakan motivasi dan apersepsi dan menghubungkan materi pelajaran hari ini dengan materi yang telah dipelajari pekan lalu.
(4)   Peserta didik secara berkelompok mengamati objek di kebun sekolah sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
         Pada kalimat (1) penggunaan kategori aspek terdapat pada kata harus yakni kata yang berarti wajib, mesti dilakukan. Pada kalimat (1) kata harus menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang mesti dan wajib diperbaiki oleh guru agar pelaksanaan siklus II dapat berjalan optimal. Pada kalimat (2) penggunaan kategori aspek terdapat juga pada kata harus yang menjelaskan bahwa setiap peserta didik mesti dan wajib menguasai tujuan pembelajaran pada setiap pertemuan. Pada kalimat (3) penggunaan kategori aspek terdapat pada kata telah yakni kata yang berarti sudah, menyatakan perbuatan, dan  keadaan. Pada kalimat (3) kata telah menjelaskan bahwa sesuatu yang telah terjadi dalam hal ini materi pembelajaran yang telah dipelajari pekan lalu dapat dihubungkan dengan materi pelajaran hari ini sebagai bahan untuk memotivasi peserta didik. Pada kalimat (4) penggunaan kategori aspek terdapat juga pada kata telah yang menjelaskan bahwa topik sudah ditentukan dan dipersiapkan untuk peserta didik ketika mengamati objek di kebun sekolah secara berkelompok.
2.         Makna fungsi-fungsi Gramatikal
            Fungsi gramatikal atau unsur struktur dalam kalimat dikenal dengan istilah subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan yang dirumuskan atau disingkat menjadi S P O (Pel) K. Fungsi subjek dan fungsi predikat harus ada dan jelas dalam kalimat dan secara fakultatif diperlukan fungsi objek, fungsi pelengkap, dan fungsi keterangan.
a.       Penelitian ini memfokuskan kajian pada perencanaan penerapan model Discovery Learning. (Jumriati, bab IV halaman 78 pargraf 1 kalimat 2)
Bentuk
Penelitian ini
memfokuskan kajian
pada perencanaan penerapan model Discovery Learning
Fungsi
       S
              P
                    O
Peran
    Pokok
        Perbuatan
                Sasaran

         Pada kalimat tersebut, penelitian ini berfungsi sebagai subjek karena menjadi pusat yang dibahas. Kemudian frasa memfokuskan kajian berfungsi sebagai predikat karena menyatakan perbuatan, dan klausa pada perencanaan penerapan model discovery learning merupakan objek. Ketika kalimat tersebut dibalik, keterangan dipindahkan ke depan dan subjek dipindahkan ke belakang maka makna kalimat tetap sama dan tidak berubah.
b.      Tujuannya adalah mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi melalui model Discovery Learning. (Jumriati, bab IV halaman 83 paragraf 2 kalimat 4)
Bentuk
Tujuannya
Adalah
mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi melalui model discovery learning  
Fungsi
       S
     P
              Keterangan
Peran
    Pokok
  Relasi
                Tujuan
  Pada kalimat tersebut, kata tujuannya berfungsi sebagai subjek karena menjadi pusat yang dibahas. Kemudian kata adalah berfungsi sebagai predikat yang menyatakan relasi, dan klausa mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi melalui model discovery learning  merupakan keterangan yang mempunyai peran sebagai tujuan.
c.       Peserta didik membaca teks eksposisi dari berbagai sumber. (Jumriati bab IV halaman 87 paragraf 1 kalimat 3)
Bentuk
Peserta didik
Membaca
teks eksposisi dari berbagai sumber
Fungsi
       S
     P
                    O
Peran
    Pelaku
 Perbuatan
                Sasaran
Pada kalimat tersebut, peserta didik berfungsi sebagai subjek karena menjadi pusat yang dibahas yang berperan sebgai pelaku. Kemudian kata membaca berfungsi sebagai predikat karena menyatakan perbuatan, dan klausa teks eksposisi dari berbagai sumber merupakan objek yang menyatakan perannya sebagai sasaran karena teks eksposisi dari berbagai sumber sebagai sasaran siswa untuk membaca. Ketika kalimat tersebut dibalik, keterangan dipindahkan ke depan dan subjek dipindahkan ke belakang maka makna kalimat tetap sama dan tidak berubah.

3.        Makna yang Berhubungan dengan Nosi-nosi Umum
Jenis Kalimat
Temuan
Kalimat Berita
1.        Penilaian analitik adalah penilaian hasil tulisan peserta didik berdasarkan kualitas komponen pendukungnya sementara, penilaian holistik diperlukan untuk menilai secara keseluruhan keterampilan peserta didik dalam menulis teks eksposisi sebagai dasar untuk menetapkan tingkat/kategori kemampuan menulis teks eksposisi sekaligus menjadi dasar lanjut atau tidaknya pada siklus berikutnya. (Jumriati, bab IV halaman 89 paragraf 2 kalimat 1)
2.        Hal lain yang dipersiapkan oleh peneliti adalah pedoman observasi untuk mengamati aktivitas guru dan peserta didik. (Jumriati, bab IV halaman 115 paragraf 3 kalimat 2)
3.        Pertemuan pertama dilaksanakan dengan memfokuskan pembelajaran pada penguasaan konsep dan teori pembelajaran. (Jumriati, bab IV halaman 117 paragraf 1 kalimat 1)
Kalimat Tanya
Tidak terdapat kalimat yang menggunakan kalimat tanya.
Kalimat Perintah
1.      Guru menugasi peserta didik mengolah data yang diperoleh dari kegiatan membaca dan  megamati objek. (Jumriati, bab IV halaman 120 paragraf 1 kalimat 3)
2.      Guru menugasi secara individu peserta didik menulis teks eksposisi sesuai data yang diperoleh secara sistematis. (Jumriati, bab IV halaman 130 paragraf 1 kalimat 4 )
3.     Guru menugasi peserta didik memaparkan hasil menulis teks eksposisi 
     di depan temannya. (Jumriati, bab IV halaman 135 paragraf 2 kalimat 
     3)      

Analisis:
            Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan tiga kalimat yang berkategori kalimat berita. Penulis menggolongkan kalimat tersebut ke dalam kalimat berita karena merupakan suatu kalimat yang berfungsi untuk memberitahukan atau menginformasikan sesuatu kepada orang lain sehingga mendapatkan tanggapan yang diharapkan berupa perhatian. Adapun kalimat yang tergolong dalam kalimat berita sebagai berikut:
(1)   Penilaian analitik adalah penilaian hasil tulisan peserta didik berdasarkan kualitas komponen pendukungnya sementara, penilaian holistik diperlukan untuk menilai secara keseluruhan keterampilan peserta didik dalam menulis teks eksposisi sebagai dasar untuk menetapkan tingkat/kategori kemampuan menulis teks eksposisi sekaligus menjadi dasar lanjut atau tidaknya pada siklus berikutnya.
(2)   Hal lain yang dipersiapkan oleh peneliti adalah pedoman observasi untuk mengamati aktivitas guru dan peserta didik.
(3)   Pertemuan pertama dilaksanakan dengan memfokuskan pembelajaran pada penguasaan konsep dan teori pembelajaran.
         Pada kalimat (1), (2), dan (3) penulis menggolongkan ke dalam kalimat berita karena isi dari masing-masing kalimat tersebut berisi penjelasan, penginformasian, pemberitahuan sesuai dengan ciri kalimat berita pada umumnya yaitu bersifat menginformasikan.

           Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan tiga kalimat yang berkategori kalimat perintah. Penulis menggolongkan kalimat tersebut ke dalam kalimat perintah karena merupakan suatu kalimat yang berfungsi sebagai pernyataan mengijinkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu, atau menyatakan syarat untuk terjadinya sesuatu. Suatu perintah dapat pula berbalik dari menyuruh berbuat sesuatu menjadi mencegah atau melarang berbuat sesuatu. Makna mana yang didukung oleh kalimat perintah tersebut, bergantung pula dari situasi yang dimasukinya. Adapun kalimat yang tergolong dalam kalimat perintah sebagai berikut:
(1)   Guru menugasi peserta didik mengolah data yang diperoleh dari kegiatan membaca dan  megamati objek.
(2)   Guru menugasi secara individu peserta didik menulis teks eksposisi sesuai data yang diperoleh secara sistematis.
(3)   Guru menugasi peserta didik memaparkan hasil menulis teks eksposisi di depan temannya.
       Pada kalimat (1), (2), dan (3) penulis menggolongkan ke dalam kalimat perintah karena isi dari masing-masing kalimat tersebut berisi perintah, pernyataan mengijinkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu, atau menyatakan syarat untuk terjadinya sesuatu sesuai dengan ciri kalimat perintah pada umumnya yaitu bersifat memerintah.


DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: PT Balai  
            Pustaka.
Parera, J.D.2004. Teori Semantik Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pateda, Mansoer.2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Pusat Bahasa Depniknas. 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kelima).Jakarta: Balai
            Pustaka.

Sugiarto, Eko. 2012. Master EYD. Yogyakarta: Khitah Publishing.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI BAHAN AJAR INNE PELANGI BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang            Proses pembelajaran merupakan suatu rangka...