ANALISIS KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN GRAMATIKAL PADA TESIS “PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PESERTA DIDIK KELAS X-MIA-1 SMA NEGERI 1
LILIRIAJA
KABUPATEN SOPPENG”
INNE PELANGI
Kemungkinan-kemungkinan Makna Gramatikal
Judul Tesis : Peningkatan Keterampilan Menulis Teks
Eksposisi Melalui
Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X
MIA-1
SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten
Soppeng
Penulis Tesis :
Jumriati
Perguruan Tinggi :
Universitas Negeri Makassar
Bagian yang Dianalisis : BAB IV
1.
Makna
Butir-butir Gramatikal
a.
Kategori
Partikel
|
NO
|
Kemungkinan
Makna Butir Gramatikal
|
Kategori Partikel
|
Temuan
|
|
1.
|
Makna Gramatikal Partikel
|
-pun
|
-
Adapun
gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai kegiatan tersebut
dipaparkan berikut ini. (Jumriati, bab IV halaman 78 paragraf 2 kalimat 6 )
-
Secara berkelompok,
peserta didik mencari informasi dari kegiatan membaca baik melalui buku teks maupun referensi yang lain.(Jumriati,
bab IV halaman 92 kalimat 7)
-
Adapun
hasil pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada
tabel berikut. (Jumriati, bab IV halaman 106 paragraf 3 kalimat 1)
|
|
|
|
-tah
|
-
Tidak terdapat
kalimat yang menggunakan partikel -tah.
|
|
|
|
-kah
|
-
Tidak terdapat
kalimat yang menggunakan partikel -kah.
|
|
|
|
-lah
|
-
Tidak terdapat
kalimat yang menggunakan partikel -lah.
|
Analisis:
Dalam KBBI, partikel diartikan sebagai unsur yang
sangat kecil dari suatu benda. Dalam ilmu bahasa, partikel disebut juga kata
tugas, yang didefinisikan sebagai kata yang umumnya tidak dapat
diturunkan. Partikel juga diartikan sebagai kata yang mengandung makna
gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal. Dikatakan memiliki makna
gramatikal karena penggunaan kata partikel dalam kalimat dapat memiliki makna
yang berbeda, sesuai dengan konteks kalimat. Namun tidak memiliki makna yang
bersifat tetap (makna leksikal). Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks
Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA
Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan
tiga kalimat yang menggunakan partikel -pun
dan tidak menemukan penggunaan kalimat yang menggunakan partikel -tah, -kah, dan -lah. Adapun kalimat berpartikel -pun yang terdapat di dalam tesis
tersebut sebagai berikut:
(1)
Adapun
gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai kegiatan tersebut dipaparkan
berikut ini.
(2)
Secara berkelompok,
peserta didik mencari informasi dari kegiatan membaca baik melalui buku teks maupun referensi yang lain.
(3) Adapun
hasil pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada tabel
berikut.
Partikel -pun pada kalimat tersebut berfungsi untuk menegaskan kata yang diiringinya. Pada kalimat (1) partikel -pun pada kata adapun berfungsi untuk menegaskan hal atau gambaran terstruktur
mengenai suatu kegiatan. Pada kalimat (2) partikel -pun pada kata maupun berfungsi
untuk menegaskan bahwa kegiatan membaca tidak hanya melalui buku teks tetapi
bisa juga dari berbagai sumber atau referensi lain. Pada kalimat (3) partikel -pun pada kata adapun berfungsi untuk menegaskan dan menjelaskan bahwa terdapat hasil
pengamatan aktivitas guru pada pertemuan ketiga.
b.
Kategori Jumlah, Aspek, Genus, dan Modus
|
NO.
|
Kemungkinan Makna Butir Gramatikal
|
Kategori
|
Temuan
|
|
1.
|
Makna Gramatikal
|
Jumlah
|
-
Terdapat 7 (28%) peserta
didik berpredikat A. Sebanyak 15 (60%) peserta didik berpredikat B. (Jumriati,
bab IV paragraf 1 kalimat 2)
-
(1) pada aspek
merespon salam tanda mensyukuri anugerah Tuhan terdapat 7 (28%) peserta didik
berada pada kategori aktif, 8 (32%) kurang aktif, dan 10 (40%) pada kategori
tidak aktif. (Jumriati bab IV halaman 99 paragraf 1 kalimat 2)
|
|
|
|
Aspek
|
-
Ada beberapa hal yang
harus diperbaiki guru agar
pelaksanaan siklus II dapat berjalan optimal, seperti guru harus mengadakan
apersepsi, guru melakukan refleksi pembelajaran, penguasaan model
pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada peserta didik. (Jumriati, bab IV
halaman 3 paragraf 3 kalimat 4)
-
Pada pertemuan ini,
tujuan pembelajaran yang harus
dikuasai peserta didik adalah dapat menjelaskan pengertian teks eksposisi,
mengidentifikasi ciri-ciri teks eksposisi, menentukan dan menjelaskan
struktur teks eksposisi. (Jumriati, bab IV halaman 91 paragraf 1 kalimat 4)
-
Guru
mengadakan motivasi dan apersepsi dan menghubungkan materi pelajaran hari ini
dengan materi yang telah dipelajari
pekan
lalu. (Jumriati, bab IV halaman 88 paragraf 1 kalimat 4)
-
Peserta
didik secara berkelompok mengamati objek di kebun sekolah sesuai dengan topik
yang telah ditentukan. (Jumriati,
bab IV halaman 88 paragraf 2 kalimat 3)
|
|
|
|
Genus
|
-
Tidak terdapat kalimat yang
menggunakan genus.
|
|
|
|
Modus
|
-
Tidak terdapat kalimat yang
menggunakan modus.
|
Analisis:
Makna
atau fungsi gramatikal semantik yakni penggunaan jumlah, aspek, genus, dan
modus. Kategori jumlah ditandai dengan penggunaan kata bilangan atau numeralia.
Kata bilangan biasanya dipakai untuk menyatakan jumlah, menghitung banyaknya
benda (orang, binatang, atau barang) dan konsep. Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks
Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA
Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan dua
kalimat yang menggunakan kategori jumlah. Adapun kalimat yang berkategori
jumlah sebagai berikut:
(1) Terdapat
7 (28%) peserta didik berpredikat A.
Sebanyak 15 (60%) peserta didik
berpredikat B.
(2) (1)
pada aspek merespon salam tanda mensyukuri anugerah Tuhan terdapat 7 (28%) peserta didik berada pada
kategori aktif, 8 (32%) kurang aktif,
dan 10 (40%) pada kategori tidak
aktif.
Pada kalimat (1) kata yang menyatakan
jumlah atau bilangan terdapat pada angka 7
(28%) dan 15 (60%) tersebut
menjelaskan bahwa peserta didik yang mendapat predikat A berjumlah tujuh orang atau
jika dipersentasekan menjadi 28% dan peserta didik yang mendapat predikat B
berjumlah lima belas orang atau jika dipersentasekan menjadi 60%. Pada kalimat
(2) kata yang menyatakan jumlah atau bilangan terdapat pada angka 7 (28%), 8 (32%), dan 10 (40%) hal tersebut menjelaskan bahwa
peserta didik yang berada pada kategori aktif berjumlah tujuh orang atau jika
dipersentasekan menjadi 28%, peserta didik yang berada pada kategori kurang
aktif berjumlah 10 orang atau jika dipersentasekan menjadi 32%, dan peserta
didik yang berkategori tidak aktif berjumlah sepuluh orang atau jika
dipersentasekan menjadi 40%
Makna atau fungsi
gramatikal semantik yakni penggunaan jumlah, aspek, genus, dan modus. Pada
tesis yang berjudul Peningkatan
Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta
Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB
IV penulis menemukan kategori aspek yang ditandai dengan penggunaan kata harus, dan telah. Adapun kalimat yang berkategori aspek sebagai berikut:
(1) Ada
beberapa hal yang harus diperbaiki
guru agar pelaksanaan siklus II dapat berjalan optimal, seperti guru harus
mengadakan apersepsi, guru melakukan refleksi pembelajaran, penguasaan model
pembelajaran, dan memberikan motivasi kepada peserta didik.
(2)
Pada pertemuan ini,
tujuan pembelajaran yang harus
dikuasai peserta didik adalah dapat menjelaskan pengertian teks eksposisi,
mengidentifikasi ciri-ciri teks eksposisi, menentukan dan menjelaskan struktur
teks eksposisi.
(3)
Guru
mengadakan motivasi dan apersepsi dan menghubungkan materi pelajaran hari ini dengan
materi yang telah dipelajari
pekan lalu.
(4) Peserta didik secara berkelompok mengamati objek di kebun sekolah
sesuai dengan topik yang telah ditentukan.
Pada kalimat (1)
penggunaan kategori aspek terdapat pada kata harus yakni kata yang berarti wajib, mesti dilakukan. Pada kalimat
(1) kata harus menjelaskan bahwa ada
beberapa hal yang mesti dan wajib diperbaiki oleh guru agar pelaksanaan siklus
II dapat berjalan optimal. Pada kalimat (2) penggunaan kategori aspek terdapat
juga pada kata harus yang menjelaskan
bahwa setiap peserta didik mesti dan wajib menguasai tujuan pembelajaran pada
setiap pertemuan. Pada kalimat (3) penggunaan kategori aspek terdapat pada kata
telah yakni kata yang berarti sudah,
menyatakan perbuatan, dan keadaan. Pada
kalimat (3) kata telah menjelaskan
bahwa sesuatu yang telah terjadi dalam hal ini materi pembelajaran yang telah
dipelajari pekan lalu dapat dihubungkan dengan materi pelajaran hari ini
sebagai bahan untuk memotivasi peserta didik. Pada kalimat (4) penggunaan
kategori aspek terdapat juga pada kata telah
yang menjelaskan bahwa topik sudah ditentukan dan dipersiapkan untuk
peserta didik ketika mengamati objek di kebun sekolah secara berkelompok.
2.
Makna fungsi-fungsi
Gramatikal
Fungsi gramatikal atau unsur
struktur dalam kalimat dikenal dengan istilah subjek, predikat, objek,
pelengkap, dan keterangan yang dirumuskan atau disingkat menjadi S P O (Pel) K.
Fungsi subjek dan fungsi predikat harus ada dan jelas dalam kalimat dan secara
fakultatif diperlukan fungsi objek, fungsi pelengkap, dan fungsi keterangan.
a.
Penelitian ini
memfokuskan kajian pada perencanaan penerapan model Discovery Learning. (Jumriati, bab IV halaman 78 pargraf 1 kalimat
2)
|
Bentuk
|
Penelitian
ini
|
memfokuskan
kajian
|
pada
perencanaan penerapan model Discovery
Learning
|
|
Fungsi
|
S
|
P
|
O
|
|
Peran
|
Pokok
|
Perbuatan
|
Sasaran
|
Pada kalimat tersebut, penelitian
ini berfungsi sebagai subjek karena menjadi pusat yang dibahas. Kemudian
frasa memfokuskan kajian berfungsi
sebagai predikat karena menyatakan perbuatan, dan klausa pada perencanaan penerapan model discovery learning merupakan
objek. Ketika kalimat tersebut dibalik, keterangan dipindahkan ke depan dan
subjek dipindahkan ke belakang maka makna kalimat tetap sama dan tidak berubah.
b.
Tujuannya adalah
mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi melalui model Discovery Learning. (Jumriati, bab IV halaman
83 paragraf 2 kalimat 4)
|
Bentuk
|
Tujuannya
|
Adalah
|
mengetahui
peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi melalui model discovery learning
|
|
Fungsi
|
S
|
P
|
Keterangan
|
|
Peran
|
Pokok
|
Relasi
|
Tujuan
|
Pada kalimat tersebut, kata tujuannya berfungsi sebagai subjek
karena menjadi pusat yang dibahas. Kemudian kata adalah berfungsi sebagai predikat yang menyatakan relasi, dan
klausa mengetahui peningkatan
keterampilan menulis teks eksposisi melalui model discovery learning merupakan keterangan yang mempunyai peran
sebagai tujuan.
c.
Peserta
didik membaca teks eksposisi dari berbagai sumber. (Jumriati bab IV halaman 87
paragraf 1 kalimat 3)
|
Bentuk
|
Peserta
didik
|
Membaca
|
teks
eksposisi dari berbagai sumber
|
|
Fungsi
|
S
|
P
|
O
|
|
Peran
|
Pelaku
|
Perbuatan
|
Sasaran
|
Pada kalimat tersebut, peserta didik berfungsi sebagai subjek
karena menjadi pusat yang dibahas yang berperan sebgai pelaku. Kemudian kata membaca berfungsi sebagai predikat
karena menyatakan perbuatan, dan klausa teks
eksposisi dari berbagai sumber merupakan objek yang menyatakan perannya
sebagai sasaran karena teks eksposisi
dari berbagai sumber sebagai sasaran siswa untuk membaca. Ketika kalimat tersebut
dibalik, keterangan dipindahkan ke depan dan subjek dipindahkan ke belakang
maka makna kalimat tetap sama dan tidak berubah.
3.
Makna
yang Berhubungan dengan Nosi-nosi Umum
|
Jenis Kalimat
|
Temuan
|
|
|
Kalimat Berita
|
1.
Penilaian
analitik adalah penilaian hasil tulisan peserta didik berdasarkan kualitas
komponen pendukungnya sementara, penilaian holistik diperlukan untuk menilai
secara keseluruhan keterampilan peserta didik dalam menulis teks eksposisi
sebagai dasar untuk menetapkan tingkat/kategori kemampuan menulis teks
eksposisi sekaligus menjadi dasar lanjut atau tidaknya pada siklus berikutnya.
(Jumriati, bab IV halaman 89 paragraf 2 kalimat 1)
2.
Hal
lain yang dipersiapkan oleh peneliti adalah pedoman observasi untuk mengamati
aktivitas guru dan peserta didik. (Jumriati, bab IV halaman 115 paragraf 3
kalimat 2)
3.
Pertemuan pertama
dilaksanakan dengan memfokuskan pembelajaran pada penguasaan konsep dan teori
pembelajaran. (Jumriati, bab IV halaman 117 paragraf 1 kalimat 1)
|
|
|
Kalimat Tanya
|
Tidak terdapat kalimat yang menggunakan kalimat
tanya.
|
|
|
Kalimat Perintah
|
1.
Guru
menugasi peserta didik mengolah data yang diperoleh dari kegiatan membaca
dan megamati objek. (Jumriati, bab IV
halaman 120 paragraf 1 kalimat 3)
2.
Guru
menugasi secara individu peserta didik menulis teks eksposisi sesuai data
yang diperoleh secara sistematis. (Jumriati, bab IV halaman 130 paragraf 1
kalimat 4 )
3.
Guru
menugasi peserta didik memaparkan hasil menulis teks eksposisi
di depan temannya. (Jumriati, bab IV
halaman 135 paragraf 2 kalimat
3)
|
|
Analisis:
Pada
tesis yang berjudul Peningkatan
Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta
Didik Kelas X MIA-1 SMA Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB
IV penulis menemukan tiga kalimat yang berkategori kalimat berita. Penulis
menggolongkan kalimat tersebut ke dalam kalimat berita karena merupakan suatu
kalimat yang berfungsi untuk memberitahukan atau
menginformasikan sesuatu kepada orang lain sehingga mendapatkan tanggapan yang
diharapkan berupa perhatian. Adapun kalimat yang tergolong dalam kalimat berita
sebagai berikut:
(1)
Penilaian
analitik adalah penilaian hasil tulisan peserta didik berdasarkan kualitas
komponen pendukungnya sementara, penilaian holistik diperlukan untuk menilai
secara keseluruhan keterampilan peserta didik dalam menulis teks eksposisi
sebagai dasar untuk menetapkan tingkat/kategori kemampuan menulis teks
eksposisi sekaligus menjadi dasar lanjut atau tidaknya pada siklus berikutnya.
(2)
Hal
lain yang dipersiapkan oleh peneliti adalah pedoman observasi untuk mengamati
aktivitas guru dan peserta didik.
(3)
Pertemuan pertama
dilaksanakan dengan memfokuskan pembelajaran pada penguasaan konsep dan teori
pembelajaran.
Pada kalimat (1), (2), dan (3) penulis
menggolongkan ke dalam kalimat berita karena isi dari masing-masing kalimat
tersebut berisi penjelasan, penginformasian, pemberitahuan sesuai dengan ciri
kalimat berita pada umumnya yaitu bersifat menginformasikan.
Pada tesis yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks
Eksposisi Melalui Model Discovery Learning Peserta Didik Kelas X MIA-1 SMA
Negeri 1 Liliaraja Kabupaten Soppeng khususnya BAB IV penulis menemukan
tiga kalimat yang berkategori kalimat perintah. Penulis menggolongkan kalimat
tersebut ke dalam kalimat perintah karena merupakan suatu kalimat yang berfungsi sebagai pernyataan mengijinkan
seseorang untuk mengerjakan sesuatu, atau menyatakan syarat untuk terjadinya
sesuatu. Suatu perintah dapat pula berbalik dari menyuruh berbuat sesuatu
menjadi mencegah atau melarang berbuat sesuatu. Makna mana yang didukung oleh
kalimat perintah tersebut, bergantung pula dari situasi yang dimasukinya. Adapun kalimat yang tergolong dalam kalimat perintah
sebagai berikut:
(1)
Guru menugasi peserta didik mengolah data yang
diperoleh dari kegiatan membaca dan
megamati objek.
(2)
Guru
menugasi secara individu peserta didik menulis teks eksposisi sesuai data yang
diperoleh secara sistematis.
(3)
Guru
menugasi peserta didik memaparkan hasil menulis teks eksposisi di depan
temannya.
Pada kalimat (1), (2), dan (3) penulis
menggolongkan ke dalam kalimat perintah karena isi dari masing-masing kalimat
tersebut berisi perintah, pernyataan mengijinkan seseorang untuk mengerjakan
sesuatu, atau menyatakan syarat untuk terjadinya sesuatu sesuai
dengan ciri kalimat perintah pada umumnya yaitu bersifat memerintah.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi
Ketiga). Jakarta: PT Balai
Pustaka.
Parera, J.D.2004. Teori
Semantik Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Pateda, Mansoer.2001. Semantik
Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Pusat Bahasa Depniknas. 2013. Kamus
Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kelima).Jakarta: Balai
Pustaka.
Sugiarto, Eko. 2012. Master
EYD. Yogyakarta: Khitah Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar